Prolog:
lalu aku buka kembali lembaran usang baiahku padamu
debu yang melekat padanya perlahan aku sapu
mengurai sorotan waktu aku ralit dengan cintamu
.........................................................................................................
Untuk kali ini,
jiwa kembali pantas berlari
biarpun ada onak duri
calar-mencalar mencemburui
pantas, diri tidak berpaling lagi
Tegap dan stabil hidupku kini.
Justeru,
Di atas hampar putih ini, aku lantunkan diksi tanpa suara
Di atas hampar putih ini, aku nukilkan kata nan indah bahasa
Atas namaMu Ya Allah aku mohon dijaga
Anugerahmu bertandang mengikat setia
Apa benar...inikah orangnya?
Biar masa berlalu,
Ombak indah menari berlagu
Sayu.
Biar rumput memanjang,
Terus rumpun rimbun rindu hingga ke siang
Hati kini aman dan lapang.
Biar diri dewasa,
Amanah bertambah agar menjadi manusia
Ada rasa sayu gembira mengulit manja
Hati tertanya, adakah aku sudah bersedia?
TUAN HABIB

2 comments:
hummm...atikah? ;D
bukan tikah...tuan. tuan punya cerita. sebab tu sajak ni namanya, 'sajak perjuangan tuan' dan berepisod..=)
Post a Comment